KEBUTUHAN GURU SEKOLAH DASAR INKLUSI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI MEDIA VIDEO

DOI: https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v4n2.p95--109

Edi Purnomo(1*)
(1) Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan Sidoarjo
(*) Corresponding Author


This article has been read: 341 times



Abstract


This study is a research of instructional video development which aims to gain informations about the needs of inclusive primary school teachers in improving their competencies through video media. Such information includes: implementation constraints, teacher characteristics, teacher attitudes, and competencies required of teachers. The study used a survey research design. The data collection with a focus group discussion (FGD) and the enclosed questionnaire. The results showed that the main obstacle implementation of inclusive education is the classroom teacher competence is still not good and the number of special guidance counselor (GPK) is still lacking. The majority of primary school inclusion teacher educational background S1PGSD and no experience teaching in inclusive schools. Many theachers of inclusion primary school have not attended training on inclusive education. The efforts to increase the competence of self-done by discussing with fellow-teachers. The attitude of teachers to implement inclusive education is very good but the handling of learning obstacles still lacking. Teachers need to increase the competence of inclusive learning strategy. The study concluded that primary school inclusion teachers need a tutorial learning strategies in the classroom inclusion. The packed tutorial in the videos media so that it can individually study or the training delivered.

 

Abstrak

Penelitian ini merupakan tahapan penelitian pengembangan media video yang bertujuan menggali informasi kebutuhan guru sekolah dasar inklusi dalam meningkatkan kompetensi melalui media video. Informasi tersebut meliputi: kendala pelaksanaan, karakteristik guru, sikap guru, dan kompetensi yang dibutuhkan guru. Penelitian menggunakan desain penelitian survey. Pengumpulan data dengan focus group discussion (FGD) dan kuesioner tertutup. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kendala utama penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah kompetensi guru kelas masih kurang baik dan jumlah guru pembimbing khusus (GPK) masih kurang. Guru SD inklusi mayoritas berlatar belakang pendidikan S1 PGSD dan belum berpengalaman mengajar di sekolah inklusi. Banyak Guru SD inklusi yang belum mengikuti pelatihan pendidikan inklusif. Upaya untuk meningkatkan kompetensi diri dilakukan dengan berdiskusi dengan sesama guru. Sikap guru terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif sangat baik, tetapi dalam menangani kendala pembelajaran masih kurang. Guru membutuhkan peningkatan kompetensi tentang strategi pembelajaran inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru SD inklusi membutuhkan tutorial strategi pembelajaran di kelas inklusi. Tutorial dikemas dalam media video sehingga dapat dipelajari secara mandiri maupun disampaikan dalam pelatihan.


Keywords


Need; inclusion of primary school teachers; competencies; video media; Kebutuhan; guru sekolah dasar inklusi; kompetensi; media video

Full Text:

PDF

References


Adimihardja, K. dan Harry Hikmat, 2001, Participatory Research Appraisal: Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Anderson, J. 2000 . ACT-R web based environment [On-line]. dalam http://128.2.248.57/inter/ACT-R-tutorial.html. Diakses 17 September 2016.

Anderson, Ronald. A. 1994. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Terjemahan oleh Yusuf Hadi Miarso, Slamet Sudarman, Yunarsih Kusdarmanto, Dewi Salma, dan Anung Haryono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

BPMTPK. 2016. Studi Kelayakan Pengembangan Model Media Video Pembelajaran Tutorial untuk Guru SD Inklusi. Laporan Kegiatan. Sidoarjo: Kemdikbud

Branch, Robert Maribe. 2009. Instructional Design:The ADDIE Approach. New York: Springer. Cahyaningrum, Rahma K. 2012. Tinjauan Psikologis Kesiapan Guru dalam Menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus pada Program Inklusi. Educational Psychology. Journal. Vol.1 (1). 2012. (Online) dalam http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj Diakses 2 November 2016.

Dewanti, Dipa Susanti. 2012. Permormative Competence Guru pada Anak Berkebutuhan Khusus. Skipsi. Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. (online) pada http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/ 20289750-S-Dipa%20Sandi%20Dewanty.pdf Diakses 1 Oktober 2016

Direktorat PLB. 2004. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan: Pengadaan dan Pembinaan Tenaga Kependidikan. Jakarta:

Depdiknas.

Elisa, Syafrida dan Aryani Tri W. 2013. Sikap Guru Terhadap Pendidikan Inklusi Ditinjau dari Faktor Pembentuk Sikap. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol. 2 Nomor. 01 Februari 2013. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jppp59a59e52332full.pdf. Diakses 18 November 2016.

Hermanto. S.P. 2010. Kemampuan Guru dalam Melakukan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusi. Laporan Penelitian. Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. (Online) pada http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian//INKLUSI-DINAMIKA.pdf diakses 18 Nobember 2016.

Isiaka, Babalola. 2007. Effectiveness of Video as an Instructional Medium in Teaching Rural Children Agricultural and Environ-

mental Sciences”. International Journal Education and Development using Information and Communication Technology (IJEDICT). Vol. 3, issue 3 tahun 2007, pp 105-114.

Lopes, J.A. et al. 2004. Theacher Perception About Teaching Problem Students in Reguler Classroms. Journal Educatioan

and Treatment of Childeren. 27 (4) pp. 391-397

Mustadji. 2013. Media Pembelajaran. Surabaya: Unesa University Press.

Olson, J. M. 2003. Special Education and General Education Teacher Attitudes Toward Inclusion. Wisconsin-Stout: University

of Wisconsin Stout.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan

Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inkluisf Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Mimiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.

Prasetyorini, L. 2007. Kinerja Ditinjau dari Perbedaan Gender, Status dan Masa Kerja Bagi Guru SLB Se Propinsi Sulawesi

Tenggara. Tesis tidak diterbitkan PPS Universitas Negeri Surabaya.

Purwanto, Heri. 1999. Pengantar Perilaku Manusia untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Kaufman, Roger dan Fenwick W. English. 1979. Needs Assessment: Concept and Application. New Jersey: Englewood

Cliffs.

Radiyati, Sri. 2013. Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Inklusif dalam Penanganan Anak Berkebutuhan Pendidikan Khusus

Melalui Pembelajaran Kolaboratif. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Juni 2013, Th. XXXII, No.2 (online) dalam journal. http://uny.ac.id/index.php/cp/article/download/1488/pdf diakses 6 Juni 2016).

Rapisa, Dewi Ratih. 2012. Kompetensi Guru Pendidikan Khusus dalam Seting Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif.

Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia. (online) pada http://repository.upi.edu/ 8793/4/d_adp_0605255.pdf diakses 12 November 2016. diakses 14 November 2016.

Sadiman, Arief S., Anung Haryono, R. Raharjo, Rahardjito. 2006. Media pendidikan; Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grfindo Persada

Sugiarta, Awandi Nopyan. 2007. Pengembangan Model Pengelolaan Program Pembelajaran Kolaboratif untuk Kemandirian Anak Jalanan di Rumah Singgah (Studi Terfokus di Rumah Singgak Kota Bekasi). Desertasi. tidak publikasikan. Bandung: PPS UPI .

Sugiyono. 2014. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Tarnoto, Nissa. 2016. Permasalahan-Permasalahan yang Dihadapi Sekolah Penyelanggara Pendidikan Inklusi pada Jenjang SD. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 13 No. 1 Februari 2016. pp. 50-61.(Online) dalam http://journal.uad.ac.id/index.php/HUMANITAS/ diakses 7 Agutus 2016

Taylor, R. W dan Ringlaben, R. P. 2012. Impacting Pre-service Teachers Attitudes toward Inclusion. Higher Educatian

Studies. 2.3.

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Yaum, Lailil A. dan Asrorul M. 2014. Pengaruh Kualifikasi Pendidikan, Masa Kerja, dan Status Terhadap Optimalisasi Tugas Pokok dan Fungsi Guru Pembimbing Khusus di SD Inklusif Surabaya. artikel penelitian Prodi PLB Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Jember. (Online) dalam https://aminsilalahi.files.wordpress.com/2014/10/artikel-penelitan-lailil-aflahku. diakses 3 November 2016

Zafira, Ruwaida. 2015. Kompetensi Pedagogik Guru Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SD Inklusi Klampis Ngasem 1 Surabaya.

Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Vol 3, No 2, (2015) (online) pada http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/15419/19421


Article Metrics

Abstract viewed : 260 | PDF downloaded : 81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Kwangsan




 

Kwangsan Indexed By

Sinta 2 (S2) Google Scholar ISJD Neliti Indonesia One SearchCrossref base-searchGarda Rujukan DigitalPKP IndexRoad # # # # # # # # # # # # Zotero

Jurnal Kwangsan (e-ISSN 2622-4283 p-ISSN 2338-9184). Powered by OJS

Logo KemdikbudLIPI Ristekdikti Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan diterbitkan oleh Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan (BPMTV)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Alamat Redaksi:
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo.
Telp 0318911373 Fax. 0318911392
Email: jurnal.kwangsan@kemdikbud.go.id

 

web statistics View My Stats